Sustainability Methodology
Dari mana hurdle yield berasal?
Hurdle yield dihitung dari model sustainability jangka panjang dengan horizon 2055. Tujuannya memastikan gap aset–liabilitas tidak negatif setelah memperhitungkan waiting list, proyeksi jemaah baru, kuota, pertumbuhan BPIH, dan kebutuhan Nilai Manfaat.
Jemaah tunggu
5,5 juta
Starting point backlog model sustainability.
Jemaah baru
350K/tahun
Proyeksi 2025–2035; naik menjadi 500K/tahun setelah 2035.
Kuota awal
204K
Tumbuh +20K setiap 5 tahun dalam model indikatif.
BPIH 2025
Rp90 jt
Pertumbuhan BPIH model 5% p.a. sebelum efisiensi.
Efisiensi unit cost
8,05%
Mulai 2039 sebagai asumsi operational efficiency.
Yield path baseline
6,8% → 6,0%
2025–2030: 6,8%; 2031–2040: 6,5%; 2041–2055: 6,0%.
Mengapa ini penting: Halaman ini merangkum satu source of truth portofolio investasi BPKH sebagaimana dibaca di halaman Finansial. Fokus utamanya melihat apakah yield portofolio saat ini cukup untuk menutup future liabilities, berapa gap terhadap hurdle rate, dan bucket mana yang perlu disesuaikan agar sustain.
Komposisi Portofolio Investasi BPKH
| Kelas Aset |
Nilai (Rp T) |
Alokasi % |
YTD Return Carrying value basis |
vs Benchmark |
Status |
Normal
Watch / monitored
Risk / gap negative